Inilah kisah Abu Muhammad Al 'Adnani sebelum gugur seperti yang kami sadur dari situs metromininews.com.
Salah seorang ikhwah berkata, saya masih teringat ketika saya berada di dekat asy-Syaikh Abu Muhammad al-'Adnaniy taqobbalahulloh belum ada sebulan ini. Ketika ada seorang utusan Syaikh masuk menemui kami, lalu Syaikh bertanya padanya mengenai berita beberapa wilayah. Maka Utusan tersebut segera menyebutkan berita Wilayah al-Khoyr kemudian Wilayah Himsh, lalu Syaikh pun memuji Alloh 'azza wa jalla dan mengucapkan terimakasih padanya.
Kemudian as-Syaikh bertanya padanya mengenai Wilayah Halab, namun utusan tersebut diam sebentar dan memberi isyarat dengan kepalanya akan sulitnya urusan di sana. Maka asy-Syaikh taqobbalahulloh melihat padanya, seraya mengucap istirja' dan istighfar pada Alloh, dan masih melihat pada utusan tersebut. Kemudian mata beliaupun mengalirkan airmata, lalu berdiri dan masih memandang pada utusan tersebut dalam keadaan kedua mata Syaikh mengalirkan air mata sembari mengulang istighfar hingga air matanya menetes ke pipinya. Kemudian berkata, "Halab adalah urusan Alloh."
Beliau pun menganggukkan kepala sambil terus meminta ampunan pada Alloh 'azza wa jalla dengan beristighfar. Semoga Alloh menerima as-Syaikh Abu Muhammad al-'Adnaniy, sedikitpun tidak kami sangka bahwa Alloh akan mengambil nyawa beliau di atas tanah Wilayah Halab, tanah yang beliau menangisinya.
Semoga kesejahteraan dari Alloh terlimpah padamu karena aku melihat orang mulia yang merdeka tidak berumur panjang. Tidak ada yang dapat kami katakan selain apa yang Alloh ridho dan sebagaimana yang dikatakan oleh saudara-saudara kami, "Sungguh kita ini milik Alloh dan sungguh kita (pasti) kembali kepada-Nya.
Semoga Alloh menerima as-Syaikh al-Husayniy al-Qurosyiy dan menempatkan beliau di surga yang luas bersama para nabi, orang-orang yang jujur, syuhada' dan orang-orang sholih, karena mereka itulah sebaik-baik teman.

0 komentar:
Posting Komentar