5. Banyak Gaya
Baru jadi pengusaha baru saja gayanya sudah selangit, padahal kalau dilihat belum tentu usahanya menghasilkan profit yang besar atau memiliki cashflow yang stabil. Bukan berarti kita berprasangka buruk kepada pengusaha yang baru menjalankan bisnisnya, tapi coba kalau kita lihat lagi lebih dalam tentang caranya membelanjakan keuangannya padahal baru jadi pengusaha pemula itu bukanlah tindakan yang sebaiknya dicontoh bagi pengusaha yang ingin belajar bagaimana caranya menjadi pengusaha yang kaya sesungguhnya.
Tidak salah bagi kita ketika sudah memiliki usaha dan ingin membeli sesuatu yang kita inginkan, tapi yang salah adalah jika kita memiliki usaha dan kita membeli sesuatu yang kita inginkan tapi sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Gaya hidup yang seperti ini biasanya akan menggrogoti bisnis kita perlahan-lahan. Kelihatannya sepertinya bisnis kita baik-baik saja tapi jika kita tidak terlalu memerhatikan bisnis kita tapi malah membelanjakan bisnis kita untuk sesuatu yang tidak penting itu bukanlah hal yang bijak.
Pergunakan dengan bijak antara keuangan pribadi dan keuangan perusahaan, jangan dicampur adukkan.
Jika jadi pengusaha kadang kita berusaha untuk merubah penampilan dan gaya hidup dengan barang-barang yang sesuai dengan besarnya bisnis kita. Tapi hati-hati, jangan membuat itu menjadikan diri kita sombong atau hanya ingin terlihat kaya karena kesombongan adalah awal dari kehancuran.
Orang kaya yang sesungguhnya akan terlihat wajar dalam keadaan sulit ataupun senang.

0 komentar:
Posting Komentar