Jauh sebelum kasus Arcandra, Luhut dan Darmo juga terseret kasus Papa Minta Saham. Darmo disebut 13 kali dalam rekaman yang dibuat oleh Maroef Sjamsoeddin, Direktur PT Freeport (saat itu) dalam diskusinya dengan Setya Novanto dan Riza Chalid.
Saat rekaman itu diambil, Setya Novanto menjabat sebagai Ketua DPR, sedangkan Riza Chalid adalah pengusaha yang diduga tokoh mafia perdagangan minyak dan gas hingga dijuluki 'Saudagar Minyak'. Dalam rekaman, Setya Novanto menggambarkan Darmawan sebagai sosok pintar yang disukai Presiden Joko Widodo. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa Darmawan sudah masuk ke dalam payroll Riza Chalid.
Nama Luhut sendiri disebut sebanyak 66 kali sebagai pihak yang dapat mengatur pembagian saham Freeport dalam rekaman itu. Luhut juga pernah dipanggil sebagai saksi dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Luhut mengatakan bahwa dengan berakhirnya kesaksian dirinya di MKD, maka dia menganggap kasus Papa minta Saham sudah selesai.
"Saya tidak lagi akan mengomentari kejadian ini karena saya anggap sudah selesai dan saya masih banyak tugas yang perlu dikerjakan," tutup Luhut kala itu.
Namun pengusutan kasus Papa Minta Saham ini kandas lantaran Riza Chalid hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

0 komentar:
Posting Komentar