Kelompok ekstremis yang mendukung Islamic State telah membebaskan delapan narapidana militan dalam sebuah serangan berani ke penjara di wilayah selatan negara itu, menurut keterangan para pejabat setempat, Minggu (28/8).
Serangan yang terjadi Sabtu kemarin itu juga membuat 15 narapidana lainnya kabur.
Menurut polisi, sekitar 20 anggota kelompok militan Maute dengan senjata api menyerbu penjara Provinsi Lanao del Sur di kota Marawi pada senja hari.
Mereka melucuti senjata para penjaga dan membebaskan delapan rekan mereka termasuk tiga napi perempuan. Para penyerang juga merampas dua senjata milik penjaga.
Menurut polisi, delapan napi itu dulunya ditangkap oleh pasukan gabungan polisi dan tentara karena membawa bom rakitan dalam sebuah mobil di kota Lumbayanague, Provinsi Lanao del Sur.
Kelompok Maute diketahui secara terbuka menyatakan dukungan ke jaringan militan global Islamic State.

0 komentar:
Posting Komentar