Perundingan antara Iran dan Arab saudi mengenai kuota jamaah haji tahun ini mengalami jalan buntu. Hasilnya, warga Iran tahun ini dipastikan tidak bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Menteri Kebudayaan Iran Ali Jannati kecewa terhadap sikap pemerintah Arab saudi yang terkesan mempersulit perizinan bagi kuota jamaah haji yang berasal dari Iran.
“Setelah dua kali negosiasi tanpa hasil karena kesulitan yang dibuat-buat oleh Saudi maka jamaah haji Iran tak akan bisa berangkat pada September nanti,” kata Ali.
Arab Saudi dan Iran memang memanas hubungannya. Beberapa hal yang membuat hubungan keduanya tidak baik adalah ketika pada musim haji tahun lalu sedikitnya 310 jemaah haji tewas dan 450 orang luka-luka karena desak-desakan kerumunan manusia di Mina. Karena insiden tersebut, Arab dan Iran terlibat saling tuduh penyebab tragedi.
Pemerintah Arab Saudi menyatakn jika jamaah haji asal Iran telah menggangu arus perjalanan para jamaah lainnya hingga kahirnya terjadi insiden desak-desakan dan saling injak.
Sementara itu, Iran mengklaim bahwa tragedi mengerikan tersebut disebabkan adanya rombongan keluarga kerajaan Saudi yang ingin menerobos kerumunan. Para pengawal kelauarga kerajaan tersebut telah mendorong dan kemudian terjadi desak-desakan antar jamaah yang cukup parah.
Pemicu ketegangan Arab Saudi dan Iran yang lain adalah keputusan pengadian Arab Saudi untuk mengeksekusi mati seorang ulama Syiah, Sheikh Nimr al-Nimr. Warga Iran melakukan protes besar-besaran hingga terjadi insiden pembakaran kantor kedutaan Arab Saudi di Teheran, Iran.

0 komentar:
Posting Komentar