Home » » Sniper Penembak Mati 5 Polisi Amerika Ternyata Veteran Afganistan

Sniper Penembak Mati 5 Polisi Amerika Ternyata Veteran Afganistan

Posted by Mata Indonesia

Penembak jitu yang membunuh lima orang polisi dalam aksi protes di Dallas, Amerika Serikat, diketahui adalah veteran perang Afghanistan. Pria yang dikenal pendiam ini tidak memiliki catatan kriminal, tapi menyimpan bahan pembuat bom di rumahnya.

Diberitakan NBC News sebagaimana dilansir laman CNN Indonesia, Sabtu (9/6), Micah Xavier Johnson, 25, tewas dalam baku tembak dengan polisi. Dia menembak mati lima polisi dan melukai beberapa lainnya.

Penelusuran media menunjukkan bahwa Johnson pernah bertugas di Afghanistan sebagai tentara cadangan pada tahun 2015. Sembilan bulan setelah pulang dari penugasan tersebut, dia keluar dari militer.

Kemudian dia bekerja sebagai tenaga pembantu bagi anak-anak dan dewasa yang mengalami keterbelakangan mental. Dalam negosiasi dengan polisi, Johnson mengatakan akan “membunuh semua orang kulit putih” terutama polisi.

Menurut bibinya yang diwawancara NBC News, Johnson adalah pria pendiam. Tindakan itu dilakukannya lantaran marah atas penembakan warga kulit hitam oleh polisi AS.

Sebelumnya pada Rabu malam lalu, warga kulit hitam Philando Castile, 32, dibunuh oleh polisi di Minnesotta. Kekasih Castile merekam dengan video di internet aksi berdarah tersebut. Kematian Castile terjadi selang sehari setelah penembakan warga kulit hitam lainnya, Alton Sterling, 37, di Baton Rouge, Louisiana, juga oleh polisi.

Akibat pembunuhan tersebut, gelombang protes yang diikuti ribuan orang terjadi di beberapa kota di AS, salah satunya di Dallas, tempat penembakan oleh Johnson terjadi.

Kepolisian Dallas mengatakan Johnson tidak memiliki catatan kriminal. Penelusuran media sosial miliknya juga tidak menunjukkan bahwa dia terkait gerakan perlawanan kulit hitam.

Johnson merupakan tentara aktif dari September 2013 hingga April 2015. Militer mengatakan dia diturunkan ke Afghanistan dari November 2013 hingga Juli 2014.

Saat penggeledahan dilakukan di rumah Johnson, polisi menemukan bahan-bahan pembuat bom, rompi anti peluru, beberapa senapan, amunisi, dan jurnal taktik pertempuran.



0 komentar:

Posting Komentar

More Happy