Serangan bom meledakkan dan membakar sejumlah mobil yang berjarak
hanya beberapa meter dari dari sebuah masjid di Perth, Australia Barat
pekan ini. Serangan yang juga disertai dengan grafiti anti-Islam di
dinding luar masjid ini diduga bermotif kebencian terhadap Islam.
Polisi Australia Barat mengonfirmasi bahwa empat mobil dibakar
menggunakan bom bensin pada Selasa (28/6) malam. Serangan ini tidak
menimbulkan korban jiwa maupun luka, namun salah satu mobil rusak parah.
Para pelaku serangan juga menuliskan “F*** Islam” di dinding luar
masjid yang terletak di Thornlie, Perth, berdekatan dengan Australian
Islamic College. Ratusan Muslim setempat tengah melakukan salat
berjemaah ketika serangan terjadi.
Imam Masjid Thornlie Imam Yahya Adel Ibrahim menyatakan kepada CNN
bahwa para jamaah segera berlarian keluar masjid ketika mendengar suara
ledakan yang menghancurkan salah satu mobil.
“Sebagian besar jamaah yang cemas dan takut, (bertanya), ‘Mengapa
menargetkan kita? Apakah mereka tidak tahu terdapat anak-anak di dalam
masjid?’ Ini merupakan tempat beribadah,” katanya.
“Ketakutan dan penuh kekhawatiran, lingkungan ini trauma dengan
serangan itu. Ini adalah daerah pemukiman, terdapat rumah warga tak jauh
di seberang jalan,” ujarnya.
Ibrahim pun menuliskan serangan ini di akun Facebook miliknya, yang
menjadi viral di media sosial itu. Dalam tulisannya, Ibrahim menyatakan
bahwa ini merupakan tindakan sejumlah individu saja, bukan seluruh
masyarakat.
“Ini, tidak diragukan lagi, adalah kejahatan bermotif kebencian,” tulisnya.
“(Setelah serangan itu) imam kemudian melanjutkan salat berjamaah dan
para jamaah pun tetap berada di masjid. Ini bukan hanya tindakan untuk
menunjukkan kami tidak takut, namun juga sebagai terapi dan membantu
meyakinkan diri sendiri. Saya yakin masjid ini akan didatangi lebih
banyak jamaah hari ini,” ujarnya.
Juru bicara polisi Australia Barat menyatakan tiga orang terlihat
berjalan ke gang di sebelah perguruan tinggi itu setelah serangan
terjadi. Namun, belum dipastikan apakah mereka merupakan pelaku
penyerangan.
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyatakan pada konferensi
pers pada Rabu (29/6) bahwa ia “sangat mengutuk setiap serangan semacam
itu.”
Ibrahim mengungkapkan serangan ini memicu curahan dukungan dari
masyarakat Perth dalam 24 jam terakhir dari berbagai agama dan usia.
Ratusan orang mengutuk serangan itu di media sosial, mennyebutnya
sebagai tindakan yang “menjijikkan” dan pengecut.



0 komentar:
Posting Komentar