Home » » Hormati Yang Tidak Berpuasa?

Hormati Yang Tidak Berpuasa?

Posted by Mata Indonesia


Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyayangkan adanya pernyataan yang menyebut bahwa orang berpuasa harus menghormati yang tidak berpuasa.

“Cara berfikir terbalik. Ada orang yang berpuasa harus menghormati yang tidak berpuasa. Ini terbalik, orang yang berpuasa menghormati yang tidak berpuasa. Ini terbalik,” ujar Ustadz Bachtiar Nasir dalam perbincangan dengan Radio Republik Indonesia , sebagaimana dikutip KBRN Selasa (07/06/2016).

Sebelumnya, razia warteg yang buka siang hari oleh Satpol PP Kota Serang menuai sorotan, pasalnya salah satu pemilik warteg Ibu Saeni (53) sampai diangkut dagangannya yang berupa sayur mayur dan lauk pauk oleh Satpol PP. Apa tanggapan Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman?

"Satpol PP itu memang sedang menjalankan tugas di bulan Ramadan, ada dalam Perda tahun 2010," ucap Haerul Jaman kepada detikcom, Minggu (12/6/2016).

Jaman mengatakan perda itu mengharuskan pemilik usaha/warung makan untuk menutup usahanya siang hari, dan boleh membuka lagi sore hari. Dasarnya adalah untuk menghormati warga yang berpuasa. Perda ini sudah lama berlaku.

"Ya kalau kita tujuannya hanya saling menjaga dan menghargai. Ketika ada yang melanggar pun dikasih teguran dulu, imbauan, minimal ditutup," ujar Jaman.

"Dengan imbauan ini agar rumah makan, restoran atau apa pun yang menjual makan di siang hari tutup, dan sore buka untuk persiapan buka," imbuh politisi Golkar.

Jaman menegaskan Satpol PP Kota Serang tidak serta merta langsung merazia, tapi sudah memberikan peringatan dan imbauan. Bahkan, surat edaran Pemkot ditempel di warteg-warteg beberapa hari sebelumnya saat mereka masih buka.

Hanya saja Jaman mengakui ada salah prosedur dalam razia terhadap Bu Saeni, lantaran Satpol PP turut mengangkut makanan yang sedang didagangkan. Padahal cukup wartegnya ditutup saja.

"Saya sayangkan salah prosedur terkait pengangkutan barang-barang dagangan itu," tutur Jaman.

"Infonya ada yang lagi makan di situ 4 orang. Seharusnya tidak diangkut barangnya, karena dagangannya bisa dijual lagi di sore hari. Seharusnya tutup saja," imbuhnya.

Apa yang dilakukan satpol pp serang memang disayangkan, seolah tidak ada cara lain untuk menasehati dan pembinaan warga yang diperlukan dengan cara-cara yang baik.

Tetapi pernyataan yang dilontarkan oleh Menag yang selaku Menteri harus di revisi, agar tidak timbul perspektif lain di kalangan umat beragama.


0 komentar:

Posting Komentar

More Happy