Skandal hubungan terlarang guru-murid di Texas, Amerika Serikat,
berujung ke aparat hukum. Alexandria Vera (24), guru di SMP Distrik
Aldine, pada Rabu (1/6), menyerahkan diri ke polisi setelah beberapa
kali dipanggil kejaksaan setempat atas dugaan bertindak tak senonoh
terhadap muridnya, seperti dilansir the Daily Mail.
Vera adalah guru bahasa Inggris untuk murid SMP kelas 1. Tak dinyana,
pertengahan 2015 dia menjalin hubungan sangat intim dengan salah satu
murid kelas tambahan.
Wanita tersebut diketahui bernama Alexandria Vera (24). Kepada penyidik, dia mengaku sudah menikah dan memiliki satu orang anak perempuan. Tidak dijelaskan kapan pernikahan itu terjadi serta masihkah berhubungan dengan suaminya.
Sebelum memiliki hubungan spesial bersama seorang pelajar SMP, Vera mengaku bertemu pertama kali pada 2015 selama musim panas. Rupanya, pelajar itu tertarik dengan keanggunan Vera.
Tak menunggu lama, siswa itu menggodanya dengan menanyakan nama aslinya melalui akun Instagram. Vera mengaku mencoba mengacuhkannya, dan menolak menerima pertemanan yang diajukan siswa tersebut. Upaya merayu sang siswa gagal.
"Dia (Vera) mengaku merasa terganggu dengan rayuan korban yang menanyakan nomor ponselnya," demikian isi dokumen kepolisian yang diajukan ke pengadilan, Kamis (2/6).
Memasuki ajaran baru, pelajar itu mengakhiri kelas Bahasa Inggris dan di situlah Vera kembali dirayu. Kepada polisi, pelajar lelaki itu sempat membolos dari kelas pada bulan September dan membuatnya khawatir.
Untuk mengetahui keadaannya, Vera mengirimkan pesan kepada siswa tersebut melalui instagram, lalu dijawab agar memberikan nomor teleponnya. Tak ingin mengecewakan anak didiknya, dia lalu memberikannya.
Tak lama, Vera mendatangi rumahnya dan mengajaknya pergi. Kemudian mereka pergi berkeliling lalu berciuman di mobil. Akhir September, Pelajar lelaki berusia 13 itu sering diantar Vera pulang ke rumah. Bahkan guru muda ini nekat mengajak remaja itu pulang ke rumahnya, setelah langsung minta izin pada orang tua si bocah. berhubungan badan untuk pertama kalinya.
Vera tak menyangka hubungan tersebut telah membuatnya hamil dan dia sempat berencana menggugurkan kandungannya.
Wanita tersebut diketahui bernama Alexandria Vera (24). Kepada penyidik, dia mengaku sudah menikah dan memiliki satu orang anak perempuan. Tidak dijelaskan kapan pernikahan itu terjadi serta masihkah berhubungan dengan suaminya.
Sebelum memiliki hubungan spesial bersama seorang pelajar SMP, Vera mengaku bertemu pertama kali pada 2015 selama musim panas. Rupanya, pelajar itu tertarik dengan keanggunan Vera.
Tak menunggu lama, siswa itu menggodanya dengan menanyakan nama aslinya melalui akun Instagram. Vera mengaku mencoba mengacuhkannya, dan menolak menerima pertemanan yang diajukan siswa tersebut. Upaya merayu sang siswa gagal.
"Dia (Vera) mengaku merasa terganggu dengan rayuan korban yang menanyakan nomor ponselnya," demikian isi dokumen kepolisian yang diajukan ke pengadilan, Kamis (2/6).
Memasuki ajaran baru, pelajar itu mengakhiri kelas Bahasa Inggris dan di situlah Vera kembali dirayu. Kepada polisi, pelajar lelaki itu sempat membolos dari kelas pada bulan September dan membuatnya khawatir.
Untuk mengetahui keadaannya, Vera mengirimkan pesan kepada siswa tersebut melalui instagram, lalu dijawab agar memberikan nomor teleponnya. Tak ingin mengecewakan anak didiknya, dia lalu memberikannya.
Tak lama, Vera mendatangi rumahnya dan mengajaknya pergi. Kemudian mereka pergi berkeliling lalu berciuman di mobil. Akhir September, Pelajar lelaki berusia 13 itu sering diantar Vera pulang ke rumah. Bahkan guru muda ini nekat mengajak remaja itu pulang ke rumahnya, setelah langsung minta izin pada orang tua si bocah. berhubungan badan untuk pertama kalinya.
Vera tak menyangka hubungan tersebut telah membuatnya hamil dan dia sempat berencana menggugurkan kandungannya.
Dokumen pemeriksaan awal oleh polisi dan jaksa menyatakan hubungan
Vera dan muridnya itu suka sama suka. Mereka akhirnya berhubungan seks
nyaris setiap hari. Orang tua pelajar SMP itu diklaim mendukung Vera
berpacaran dengan anak mereka.
Pada Februari lalu, Vera akhirnya hamil. Investigasi oleh pihak
sekolah digelar. April lalu dia dicopot dari posisi sebagai guru.
Kabarnya orang tua sang murid tak keberatan mendengar Vera hamil
dengan bocah di bawah umur itu. Namun dewan sekolah bersama Dinas
Perlindungan Anak Texas berkukuh membawa kasus ini ke meja hijau atas
tuduhan melakukan tindakan seksual pada anak di bawah umur.
Ketika cerita guru dihamili murid SMP ini semakin menyebar di
seantero Amerika Serikat, Vera memutuskan menggugurkan kandungan. Vera
sementara ini bebas dari keharusan menjalani tahanan setelah membayar
jaminan USD 100 ribu. Jadwal sidang masih belum ditentukan.
Tindakan Vera yang aktif mengajak pelajar SMP berhubungan badan
dikecam orang tua murid lainnya. "Bayangkan, kita mengirim anak ke
sekolah dengan harapan mereka aman di sana. Bukan kemudian mengalami
tindakan seksual semacam ini," kata Gerson Bonilla, salah satu wali
murid di SMP Aldine.
Pihak sekolah berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap guru di
luar jam belajar. "Keamanan murid-murid di sini adalah prioritas utama
kami," kata perwakilan SMP Aldine melalui keterangan tertulis.

0 komentar:
Posting Komentar