Kabar duka datang dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT).
Dikabarkan salah satu relawannya yang berada di kota Aleppo, Suriah
telah meninggal dunia akibat serangan bom, Sabtu (13/07) kemarin.
“Iya, benar. Ada relawan yang meninggal, relawan lokal kita di sana
namanya Hamzi,” kata staf Humas ACT, Desma, saat dikonfirmasi oleh Bumisyam melalui pesan singkat.
Desma menjelaskan, ACT dan Hamzi tiga hari masih melakukan kontak
membahas program Ramadhan di Aleppo dan beasiswa untuk anak-anak Suriah
yang menjadi hafidz Al Quran.
“Kantornya dibom,” jelas Desma. Belum jelas kronologi kejadiannya dan belum diketahui pula siapa yang menjadi pelakunya.
Aleppo adalah kota terbesar kedua di Suriah dan menjadi pusat ekonomi
sebelum demonstrasi damai yang dilakukan oleh warga sipil berubah
menjadi pembunuhan massal setelah pasukan Asad membunuhi rakyatnya
sendiri.
Peperangan Suriah yang telah memasuki tahunnya yang keempat telah
memakan korban jiwa lebih dari 200 ribu jiwa. Selain itu, sedikitnya
tiga juta warga mengungsi ke negeri orang dan sekitar tujuh juta orang
terlantar di negeri sendiri.
Aleppo
adalah salah satu kota di Suriah yang menjadi medan pertempuran sengit
antara tentara Pemerintah Suriah dengan pemberontak. Akibatnya,
gelombang pengungsi pun meningkat.
Lembaga Syrian Network for Human Rights (SNHR)
menyebut lebih dari 9,5 juta warga Suriah mengungsi dari tempat
tinggalnya semenjak revolusi yang pecah sejak Maret 2011 silam.
Jumlah
pengungsi Suriah meningkat melebihi batas yang bisa dikendalikan oleh
organisasi kemanusiaan dan komisi-komisi lokal, dengan peningkatan dari
empat juta pengungsi pada bulan November 2012 menjadi sedikitnya 6,4
juta pengungsi pada bulan September 2013 kemarin.
Sebanyak
45 persen anak-anak di bawah umur 18 tahun merupakan bagian dari para
pengungsi. Artinya total sebanyak 208 juta pengungsi anak-anak di
seluruh dunia.


0 komentar:
Posting Komentar