Bupati Tangerang A Zaki Iskandar berharap, warga untuk tetap tenang.
”Sama-sama kita jaga kondisi. Jangan mudah terprovokasi,” pinta Zaki, saat ditemui Harian Radar Banten di Situ Kelapa Dua.
Penertiban yang dilakukan adalah upaya pemerintah menata kondisi yang ada saat ini. ”Soal tempat
jangan khawatir. Semua sudah disiapkan, meski secara bertahap,” imbuhnya.
Rencana penertiban lokalisasi, lanjut Zaki, telah disampaikan sejak 2015 lalu. ”Lokalisasi kita ubah menjadi kawasan religi. Akan kita bangun Islamic Center, ruas jalan kita benahi, dan dilengkapi dengan fasilitas umum lain. Kita ingin Dadap lebih beradab,” tegasnya.
Kondisi Dadap saat ini, begitu jorok. Selain itu juga ada penjualan minuman keras dan kafe-kafe yang berdiri di lahan milik PT Angkasa Pura II. ”Tetap kami bongkar bangunannya untuk mengubah lokasi tersebut menjadi indah,” terang Zaki.
Mayoritas masyarakat Dadap Kosambi mengais rezeki dari lokalisasi. Misalnya penjualan miras dan menyewakan bangunan dan kontrakan serta germo dan kupu-kupu malam.
Zaki berharap dengan adanya penataan, warga bisa mudah mencari usaha yang lebih bermartabat. Bukan mengambil rezeki dari hasil penjualan ilegal.
”Pemkab berencana membuat rusunawa, rumah nelayan, pusat kuliner, dan masjid. Jangan sampai
mereka yang terkena penggusuran meninggalkan derita,” ujarnya.
Penertiban Dadap Kosambi yang dilakukan pemerintah tidak ada kepentingan dengan pengembang
reklamasi pantai Kabupatan Tangerang dan Teluk Jakarta.
”Penertiban lokalisasi tak ada kepentingan untuk pengembang reklamasi pantai utara,” pungkas
Zaki.

0 komentar:
Posting Komentar