Home » » Ahok Bayar Aparat Gusur Rakyat Pakai Uang Podomoro

Ahok Bayar Aparat Gusur Rakyat Pakai Uang Podomoro

Posted by Mata Indonesia



Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono membantah pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang menyatakan TNI-Polri yang ikut pembongkaran diberikan dana melalui APBD.
 
"Kita tidak menerima dana pengamanan dari Gubernur. Kita punya dana sendiri kontinjensi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, Kamis (12/5).

Sebelumnya, Gubernur Ahok menuturkan jika menggunakan APBD, setiap personel memperoleh Rp 250 ribu dan Rp 38 ribu untuk uang makan. "Ada yang dari kita, ada yang mungkin mereka (perusahaan swasta) keluarkan. Transfer ke yang bersangkutan. Uang makan juga transfer ke kesatuan mereka," kata Ahok di Balai Kota.

Sementara itu, Ahok juga menerangkan dana dari perusahaan swasta untuk personel TNI dan Polri bukan kewenangannya. Sebagai contoh, jika Podomoro (PT Agung Podomoro Land) sedang merapikan Jalan Inspeksi Daan Mogot, dia ingin membayar orang bagaimana? Karena pasti memakai kontraktornya.

"Misalnya ada bantuan polisi mau makan, dia pasti pakai uang. Tapi apakah itu dimasukkan sebagai bagian kewajiban mereka ke kami? Enggak. Kami enggak mau tahu Anda mau bayar siapa, Anda bagaimana, yang penting barangnya jadi berapa, itu yang kami hitung," kata Ahok.

Menurut staff Ahok (Pamong Praja) dana penggusuran Kalijodo setahu dirinya hanya sekitar Rp.150 juta. Padahal kita semua tahu bahwa Ahok mengerahkan 6.000 Personil Polri dan TNI untuk menggusur Kalijodo. Bila kita hitung biaya operasional per orang (Untuk Aparat saja) minimal Rp.100.000/ Hari, kalau dikali 3 hari bertugas maka terhitung Rp.100.000 x 3 hari x 6.000 Personil mencapai Rp.1,8 Milyar. Itu kalau hanya 3 hari. 

Sementara informasinya sejumlah personil ditempatkan hingga berhari-hari (seminggu lebih). Belum lagi biaya Mobilisasi seperti biaya pengerahan Truk Aparat, bensin, perawatan kendaraan dan lain-lainnya. Semua itu barulah biaya operasional untuk Aparat. Belum lagi biaya operasional untuk Pamong Praja seperti sewa bulldozer, Eksavator dan biaya operasional lainnya. Saya prediksi untuk Penggusuran Kalijodo saja setidak-tidaknya Pemprov DKI harus mengeluarkan Dana lebih dari Rp.6 Milyar. 

Bisakah Ahok menjelaskan darimana dana itu didapatnya? Ada tidak bukti-bukti penerimaan dana dan bukti-bukti pengeluaran dana pada proses penggusuran Kalijodo dan Pasar Ikan.


0 komentar:

Posting Komentar

More Happy