Home » » Risma Vs Ahok

Risma Vs Ahok

Posted by Mata Indonesia

Bursa bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2107 kian memanas. Sejumlah nama mencuat dan berlomba mengambil simpati publik, mulai dari politikus, pengusaha sampai selebriti ikut mencalonkan diri pada Pilkada DKI 2017. Di antaranya, Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Ahmad Dhani. Dari nama-nama yang muncul, hingga saat ini belum ada yang bisa menandingi elektabilitas incumbent Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal ini berdasarkan survei Charta Politika Indonesia.

Namun, ada satu sosok tokoh yang dianggap bisa menandingi elektabilitas Ahok di Pilgub DKI nanti,
yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dari segi peta kekuatan politik, Risma sudah cukup kuat karena memiliki pengusung partai PDI Perjuangan. Akan tetapi, beberapa waktu lalu Risma secara tegas menyampaikan penolakannya itu secara langsung ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, untuk diusung maju pada Pilgub DKI 2017.

Meski demikian, publik DKI terlihat masih menyebut nama Risma dalam daftar favorit pilihan untuk melawan Ahok.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, nama Risma selalu muncul dalam setiap survei yang dilakukannya. Risma itu bisa menjadi momok bahkan kuda hitam bagi Ahok, jika PDIP mengusungnya.

Yunarto memaparkan, hasil survei head to head dari jumlah 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu, nama Risma memperoleh 19,3 persen tingkat keterpilihan.

Apalagi, sambung Yunarto, partai pendukung Risma yakni PDI Perjuangan memiliki basis massa yang sangat besar di DKI Jakarta. Bahkan, dia menilai, Ahok akan kewalahan jika menghadapi Risma dan PDI Perjuangan pada pertarungan pilkada mendatang.

"Basis terbesar PDI Perjuangan itu di Jakarta," tandasnya.

Namun demikian, berdasarkan survei, Ahok masih memiliki elektabilitas jauh di atas Risma head to head. Menurut dia, elektabilitas Ahok mencapai 60 persen, sedangkan Risma hanya 19,3 persen.

Survei ini dilakukan pada 15-20 Maret 2016 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 400 responden yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan seribu.



0 komentar:

Posting Komentar

More Happy