Home » » Kupas Proses Otopsi Jenazah Siyono Korban Densus 88

Kupas Proses Otopsi Jenazah Siyono Korban Densus 88

Posted by Mata Indonesia

Proses berlangsungnya otopsi jenazah Siyono. Penggalian makam langsung ditangani tim KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah). Di luar area pemakaman jajaran KOKAM berjaga-jaga berlapis. Menjelang siang tampak pasukan BRIMOB mendatangi area pemakaman dengan bersenjata lengkap.

Berikut foto-foto dari lokasi, eksklusif dari media SangPencerah.com













Otopsi Siyono Didukung Warga Pogung, Tidak Ada Penolakan
Jika sebelumnya marak di media-media nemberitakan adanya kabar penolakan warga setempat atas proses otopsi jasad almarhum Siyono, maka berita tersebut bohong besar dan media televisi menjadikan isu yang tidak benar ini menjadi besar.

“Proses otopsi sedang berlangsung dengan pengawalan KOKAM Pemuda Muhammadiyah dan dukungan penuh warga Pogung, Cawas, dilakukan oleh 9 Dokter Forensik Muhammadiyah. Sama sekali tidak ada penolakan warga”, terang Dahnil Anzar selaku Ketum PP Pemuda Muhammadiyah.

Pantauan reporter kami juga tidak ada warga yang menolak proses otopsi jenazah seperti yang sempat
disampaikan Kepala Desa beberapa waktu lalu yang menyatakan warga menolak otopsi dan apabila tetap dilakukan maka warga akan mengusir keluarga siyono namun faktanya tidak ada warga yang bersikap seperti itu, lantas perlu ditanyakan kepada Kepala Desa Pogung, Cawas apa maksud seorang Kepala Desa membuat isu bohong besar yang justru meresahkan warga Desa Pogung, Cawas.

Kehadiran Brimob Menambah Resah Masyarakat Dan Proses Otopsi
Di luar area pemakaman jajaran KOKAM berjaga-jaga berlapis sejak dini hari.

Menjelang siang kemudian Polisi datang dengan mengerahkan pasukan BRIMOB dengan senjata lengkap dan rompi anti peluru yang membuat situasi menghangat, kemudian setelah negoisasi antara KOKAM dan Kapolres akhirnya sebagian pasukan BRIMOB ditarik dari lokasi agar tidak memancing pihak pihak lain mendatangi lokasi otopsi jenazah.

Hasil Otopsi Jasad Almarhum Siyono

Setelah tiga jam lebih akhirnya proses otopsi terhadap jenazah almarhum Siyono yang diduga tewas akibat pukulan benda tumpul oleh personil dari Tim Detasemen Khusus (Densus) di Dusun Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, selesai.

Ketua Tim Forensik Gatot Suwarto mengatakan, autopsi terhadap jenazah terduga teroris Siyono oleh 10 tim dokter independen di bawah naungan PP Muhammadiyah baru pertama kali dilakukan. Sejak dinyatakan meninggal, Siyono belum pernah diotopsi.

Hasil final otopsi memang belum bisa disampaikan namun sedikit keterangan kami dapat dari tim dokter forensik

“Memang ada bekas luka benda tumpul di beberapa bagian tubuh, tapi perlu diuji lab lebih lanjut untuk membuktikan apakah itu penyebab kematian almarhum. Butuh waktu sampai dengan 7 hari untuk uji lab di Jogja dan Semarang”, ujar dokter Gatot, Ketua Tim Dokter Forensik Muhammadiyah.

“Alhamdulillah proses otopsi sudah selesai sekitar pukul 11.15 WIB, sekarang jenazah sudah dimasukkan kembali dan sudah ditutup tanah oleh KOKAM”, jelas Iwan Setyawan seperti apa yang ditulis di sangpencerah.com.

Republika.co.id pernah melansir hasil visum yang dilakukan oleh Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Mabes Polri Brigjen Arthur Tampi, dimana saat itu beliau mengatakan Siyono meninggal akibat benda tumpul.

Hal tersebut diketahui setelah jenazah Siyono diperiksa oleh tim Labfor Mabes Polri yang menerima jenazah pada Jumat (11/3).

"Kiriman jenazah diantar Densus dari Yogyakarta. Kita langsung melakukan pemeriksaan," kata dia, Senin (14/3), di Jakarta.

Arthur mengatakan telah melakukan pemeriksaan dengan melakukan scan pada bagian kepala korban. Saat itu, terlihat adanya luka memar dan pendarahan di rongga kepala bagian belakang. Ia meyakini penyebab kematian terduga teroris tersebut akibat benda tumpul.

"Di samping itu, hasil visum ada beberapa luka memar di wajah tangan dan kaki," terang dia.

Namun Arthur menekankan penyebab kematian karena terjadi pendarahan bagian kepala belakang yang disebabkan benda tumpul.

Sebelumnya sekitar pukul 14.30, pada hari Kamis (10/3) lalu Tim Laboratarium Forensik Mabes Polri telah melakukan visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Jogja terhadap anggota Polri yang berkelahi dengan Siyono.

"Ada luka memar leher kiri dan kanan. Luka gores pada lehan bawah kiri dan lengan bawah kanan," kata dia.

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY yang ikut dalam proses otopsi seraya berharap semoga setelah ini terungkap kebenaran sesungguhnya.


0 komentar:

Posting Komentar

More Happy