Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, Senin (18/4), melawat ke Taman Kanak-kanak (TK) Amanah Ummahdi Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.
Anak-anak itu yang beberapa waktu lalu harus mengalami masa-masa buruk traumatik saat tindakan berlebihan pasukan Detasemen Khusus 88 yang dengan persenjataan lengkap mempertontonkan kekerasan buat menangkap almarhum Siyono.
Padahal saat itu, para siswa sedang menerima pelajaran di sekolah TK yang didirikan almarhum Siyono dan istrinya, Suratmi. Kedatangan Kak Seto buat melihat langsung trauma yang dialami anak-anak TK Amanah Ummah pasca penggerebekan.
Sekitar 30 menit, Kak Seto juga berkesempatan menghibur anak-anak yang masih mengalami trauma.
Dalam kesempatan itu mereka diajak menirukan suara binatang, dan lainnya. Kak Seto juga sesekali menanyakan cita-cita mereka, kemudian mengajak bernyanyi dan melakukan permainan konsentrasi.
"Yang pasti sebagai sahabat anak-anak saya hanya ingin membuat mereka gembira dan ceria kembali," kata Kak Seto.
Kepada wartawan, Kak Seto mengaku sudah mendengar jika kasus penggerebekan Siyono mengakibatkan trauma kejiwaan pada anak didik TK Amanah Ummah.
"Saya akan memberikan perhatian khusus dan akan memantau perkembangan siswa lewat media dan jaringannya," lanjut pria kelahiran Klaten itu. Kak Seto menambahkan, lamanya proses pemulihan trauma anak-anak tergantung dari pengalaman negatif dialami. Termasuk kepribadian dan terapi psikologi anak tersebut.
"Kami akan berikan perhatian sangat serius dalam hal ini. Teman-teman dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Himpsi Jogja, kita akan koordinasi. Terutama dengan LBA," lanjut Kak Seto.
Kak Seto meminta kepada semua pihak selalu memberikan bimbingan kepada anak-anak. Manakala ada suatu tugas, lanjut dia, meski dengan dalih kepentingan negara, haruslah tetap memperhatikan perlindungan terhadap anak-anak.
"Anak-anak harus tetap dalam konteks perlindungan. Jangan sampai dikorbankan hanya karena kurangnya koordinasi. Kalau ada penangkapan, mohon dipisahkan dari situasi anak-anak. Apalagi yang sedang bermain di taman kanak-kanak. Sehingga anak-anak menjadi tertekan, trauma, stress yang mungkin akan menimbulkan gangguan kejiwaan pada masa dewasa nanti," tutup Kak Seto.

0 komentar:
Posting Komentar