Rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggusur kawasan Luar Batang, Jakarta Utara, menuai penolakan keras dari warga Luar Batang. Warga bahkan sepakat menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum buat melawan penggusuran.
Yusril yang pernah menjabat sebagai Menkum HAM pun langsung bermanuver. Pernyataan-pernyataan keras diungkapkannya di media.
Yusril
menyatakan penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI terhadap pemukiman
warga yang memiliki sertifikat, merupakan bentuk kezaliman. Yusril juga
menyebut bahwa penggusuran tersebut bertendensi melanggar hak asasi
manusia (HAM).
Sebab, penggusuran menggunakan alat berat untuk
merobohkan rumah warga, serta melibatkan ribuan aparat TNI dan Polri.
Yusril yang berniat maju menjadi cagub di Pilgub DKI 2017 pun mengaku
tak akan melakukan penggusuran jika kelak terrpilih menjadi gubernur
DKI.
"Ke depan, cara-cara kejam seperti ini tidak boleh ada lagi.
Dan saya jamin, kalau saya terpilih jadi gubernur tidak ada lagi
penggusuran di Jakarta," ujar Yusril di Jakarta, Sabtu (16/4).
Tak
cuma itu, Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini mengaku telah mengirim
surat tantangan kepada Ahok untuk berdialog dengan warga mengenai
penggusuran yang akan dilakukan pemprov DKI Jakarta. Yusril pun menunggu
balasan Ahok mengenai tantangannya itu.
"Saya sudah mengirim
surat ke Ahok untuk berdialog ke sini (Luar Batang). Saya akan mengajak
gubernur DKI Jakarta, kita tantang apakah dia berani datang ke sini atau
tidak," kata Yusril di halaman Masjid Jami Luar Batang, Penjaringan,
Jakarta Utara, Rabu (20/4).
Yusril lantas mengingatkan saat
Jokowi mencalonkan diri di Pilgub DKI 2012 lalu, Jokowi pernah membuat
kontrak politik yang berisi tidak akan melakukan penggusuran dan
menjajikan akan menata Jakarta secara manusiawi.
"Ketika pak Ahok
banyak menggusur tapi sampai hari ini kita tidak mendengar komentar
dari pak Jokowi. Yang terdengar malah penghentian reklamasi untuk
sementara. Kalau sementara berarti akan ada. Kita melakukan perlawanan
bukan mau anarkis maupun SARA," kata Yusril.
Yusril mengatakan,
bersama warga Luar Batang akan melawan kezaliman Ahok itu dengan cara
yang baik. "Kita tidak menggunakan cara anarkis. Pak Ahok pernah bilang
kalau mau menghadapi rakyat harus pakai jalur hukum. Saya bilang pasti,
kita pasti akan melalui jalur hukum," pungkas Yusril.
Dia juga berencana mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas rencana penggusuran tersebut.
"Saya
ingin mengajukan gugatan, iya, tapi gugatan pengadilan, bukan ke
Polda," kata Yusril saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/4).
Gugatan
tersebut, diakuinya akan secepatnya dilakukan. Hal itu guna mencegah
penggusuran yang akan dilakukan sekitar Mei 2016 mendatang.
"Semoga saja ada keputusan pengadilan untuk menghentikan kegiatan ini," ungkapnya.
Dia
juga balik menantang Ahok untuk menggugat rakyat. Jawaban itu dia
sampaikan jika Ahok merasa yakin tanah yang diduduki warga adalah milik
negara. Dia juga siap meladeni gugatan Pemprov.
"Rakyat punya
sertifikat dan tanah itu hak mereka. Kalau Gubernur bilang itu bukan
punya rakyat, Gubernur yang gugat," tegas Yusril dalam akun Twitter
miliknya, Kamis (21/4).
Menyandang status sebagai mantan menteri, tak membuat Yusril Ihza Mahendra
selalu bepergian dengan menggunakan mobil mewah. Dia memutuskan naik
Kereta Rel Listrik (KRL), bahkan ikut antre beli tiket bersama-sama
calon penumpang lainnya.
Dikutip dari akun Twitter resmi miliknya, Jumat (22/4), Yusril mendadak mendatangi Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Kedatangannya itu ternyata menarik perhatian sejumlah orang di sana, bahkan tukang ojek yang mangkal di depan stasiun menyambutnya.
Dikutip dari akun Twitter resmi miliknya, Jumat (22/4), Yusril mendadak mendatangi Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Kedatangannya itu ternyata menarik perhatian sejumlah orang di sana, bahkan tukang ojek yang mangkal di depan stasiun menyambutnya.
Di dalam area stasiun, Yusril yang mengenakan kemeja putih dan
menyelempangkan jaket almamater warna kuning di lehernya tanpa ragu ikut
mengantre di Commuter Line Vending Machine atau mesin tiket Commuter
Line yang diletakkan di muka stasiun. Dia juga ikut mengantre untuk
masuk ke dalam peron.
"Stasiun Manggarai. Mengingatkan pada kakek saya Jama Sandon yang bekerja di sini tahun 1918," kenang Yusril.
Sembari menunggu kedatangan kereta, keberadaan Yusril mematik para
penumpang di sekitar peron, tak terkecuali karyawan PT KAI. Tak jarang
yang memintanya berfoto bersama.
Di UI, pakar hukum tata negara ini akan menjadi pembicara Dialog Kebangsaan bertajuk 'Dari UI untuk Bangsaku'. Acara tersebut digelar di Taman Lingkar Perpustakaan UI itu, selain Yusril, pembicara lain yang turut diundang antara lain Prof Muhammad Anis (rektor UI), Chusnul Mar'iyah, Akbar Tandjung, Ridwan Saidi, dan para calon ketua ILUNI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia).
Di UI, pakar hukum tata negara ini akan menjadi pembicara Dialog Kebangsaan bertajuk 'Dari UI untuk Bangsaku'. Acara tersebut digelar di Taman Lingkar Perpustakaan UI itu, selain Yusril, pembicara lain yang turut diundang antara lain Prof Muhammad Anis (rektor UI), Chusnul Mar'iyah, Akbar Tandjung, Ridwan Saidi, dan para calon ketua ILUNI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia).
Selain menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan, Yusril yang merupakan
alumni Fakultas Hukum dan Fakultas Sastra UI ini akan menjadi khatib
shalat Jumat di Masjid Kampus UI Ukhuwah Islamiyah. Yusril memang selama
ini dikenal sebagai khatib shalat Jumat di masjid-masjid di Jakarta dan
kota lainnya.




0 komentar:
Posting Komentar