Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bukittinggi, Sumatera Barat menjaring sepuluh wanita yang diduga pasangan lesbian pada Sabtu (20/2/2016) dini hari.
Lima pasang wanita yang diduga lesbian itu dijaring saat berada di area parkir salah satu tempat hiburan malam di sebuah hotel di wilayah Manggih, Jalan Sukarno-Hatta, Kota Bukittinggi. Mereka terjaring bersama puluhan pengunjung tempat hiburan malam lainnya.
Ketika petugas Satpol PP datang, beberapa orang mencoba melarikan diri. Di antaranya AD dan ST yang mencoba kabur menggunakan mobilnya dengan alasan mengambil kartu tanda penduduk (KTP).
Razia dilakukan Satpol PP dibantu Polisi Militer dan polisi ini menyasar tempat hiburan malam ini karena diduga kerap dijadikan sebagai tempat pertemuan pasangan sejenis.
"Yang terjaring tadi kita mensinyalir memang ada tingkah pola dan penampilan wanita yang mengarah kepada pasangan-pasangan sejenis atau lesbian, ini akan kita dalami lebih lanjut," tutur Syafnir.
Fenomena pasangan mesum dan pasangan sejenis semakin mengkhawatirkan di Sumbar, bahkan Kemenag hampir kecolongan dengan pernikahan pasangan sejenis yang bertepatan di hari Valentine kemarin.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Prof Duski Samad ketika dikonfirmasi RRI, mengatakan, kasus tersebut luar biasa, karena KUA Kecamatan Pauh terkecoh dengan telah dilangsungkannya sidang pra-pernikahan, kepada pasangan sejenis itu.
Meski telah dilakukan pembatalan pernikahan untuk pasangan sejenis berkelamin wanita itu, kasus yang menggemparkan warga Kelurahan Jati itu tetap menjadi sorotan dan tamparan bagi masyarakat
Minangkabau yang dikenal dengan ketaatan dalam menjalankan agama dan adat istiadat.
“Sanksi berat akan diterima pihak KUA jika selama berlangsungnya proses pra pernikahan itu, KUA
setempat mengetahui identitas pasangan sejenis dimaksud,” ujar Duski.
Orang tua menurut Duski, mestinya memberikan pandangan positif dengan tidak menutupi status si anak. Kejadian tersebut harus dijadikan pembelajaran, KUA harus selektif dan berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan kasus serupa terulang kembali di Kota Padang.

0 komentar:
Posting Komentar