Ratusan warga korban banjir di Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah,
Bangka Belitung dievakuasi ke gedung bekas milik PT Timah karena rumah
mereka terendam air dengan ketinggian mencapai 3 meter.
"Pihak desa menggunakan gedung bekas milik PT Timah untuk menampung korban banjir," kata Dani, tim tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bangka Tengah, hari ini, Selasa (9/2), seperti dilansir Antara.
Dani menjelaskan, ratusan warga diminta meninggalkan rumah sementara waktu karena debit air terus naik setelah hujan yang terus mengguyur sejak Minggu (7/2) hingga Selasa pagi (9/2).
"Saat ini petugas kami terus melakukan penyelamatan dan mengevakuasi korban banjir yang terjebak di rumah mereka dengan menggunakan perahu karet," ujarnya.
Menurut Dani, banjir bandang memang menenggelamkan sebagian besar rumah penduduk di Desa Puput dan sejumlah desa lainnya. "Banjir melanda seluruh kabupaten dan puluhan desa terendam air. Sejumlah ruas jalan dan jembatan juga putus diterjang banjir," ujar Dani.
"Pihak desa menggunakan gedung bekas milik PT Timah untuk menampung korban banjir," kata Dani, tim tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bangka Tengah, hari ini, Selasa (9/2), seperti dilansir Antara.
Dani menjelaskan, ratusan warga diminta meninggalkan rumah sementara waktu karena debit air terus naik setelah hujan yang terus mengguyur sejak Minggu (7/2) hingga Selasa pagi (9/2).
"Saat ini petugas kami terus melakukan penyelamatan dan mengevakuasi korban banjir yang terjebak di rumah mereka dengan menggunakan perahu karet," ujarnya.
Menurut Dani, banjir bandang memang menenggelamkan sebagian besar rumah penduduk di Desa Puput dan sejumlah desa lainnya. "Banjir melanda seluruh kabupaten dan puluhan desa terendam air. Sejumlah ruas jalan dan jembatan juga putus diterjang banjir," ujar Dani.

0 komentar:
Posting Komentar