Jakarta : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pemerintah pusat melalui PT Pertamina menarik bahan bakar minyak jenis premium dari Ibu Kota. Sebab, tidak selayaknya warga pemilik kendaraan pribadi menggunakan BBM jenis ini.
"Saya bilang sama Pertamina, tolong
disiapkan surat khusus agar premium
tidak dikirim ke Jakarta," kata Ahok.
PT Pertamina (Persero) menyatakan penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di DKI Jakarta akan dilakukan secara bertahap.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Bambang mengatakan akan menghapus BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 itu ditengah kota
dulu. "Iya memungkinkan. Mungkin bertahap. Yang pertama mungkin tengah kota dulu. Bertahaplah," kata Achmad, saat ditemui disela-sela waktu skorsing rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Penghapusan premium dilakukan secara bertahap lantaran di DKI Jakarta masih banyak angkutan umum yang masih menggunakan Premium. Achmad juga menambahkan supaya masyarakat yang mampu tidak lagi menggunakan premium dan mulai beralih menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik seperti Pertamax dan Pertalite.
(Sumber diolah dari metrotvnews)
"Saya bilang sama Pertamina, tolong
disiapkan surat khusus agar premium
tidak dikirim ke Jakarta," kata Ahok.
PT Pertamina (Persero) menyatakan penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di DKI Jakarta akan dilakukan secara bertahap.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Bambang mengatakan akan menghapus BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 itu ditengah kota
dulu. "Iya memungkinkan. Mungkin bertahap. Yang pertama mungkin tengah kota dulu. Bertahaplah," kata Achmad, saat ditemui disela-sela waktu skorsing rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Penghapusan premium dilakukan secara bertahap lantaran di DKI Jakarta masih banyak angkutan umum yang masih menggunakan Premium. Achmad juga menambahkan supaya masyarakat yang mampu tidak lagi menggunakan premium dan mulai beralih menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik seperti Pertamax dan Pertalite.
(Sumber diolah dari metrotvnews)

0 komentar:
Posting Komentar