Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi berencana mengurangi jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai tahun depan. Ini dilakukan untuk mempermudah penataan kepegawaian yang sesuai dengan Undang Undang (UU) yakni berintegritas, disiplin, berpendidikan, profesional, kompeten, dan inovatif.
Berdasarkan kajian Kementerian PAN- RB, jelas Yuddy, ideal jumlah pegawai pemerintah sebanyak 1,5 persen dari jumlah penduduk. Sayangnya, saat ini jumlah PNS yang ada sebanyak 4,517 juta atau dengan ratio 1,77 persen.
"Jadi penduduknya boleh bertambah terus yang terkendali, tetapi rasio pegawai pemerintahnya jangan lewat 1,5 persen. Saat ini 1,77 persen. Jadi kalau nanti 1,5 persen saya kira cukup dengan 3,5 juta orang, kita tata sedemikian rupa," ujar Yuddy, dalam Sosialisasi Nasional JKK dan JKM, di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Wahidin Raya No 1, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).
Dia membeberkan bahwa penataan kepegawaian yang sesuai dengan postur UU berjalan hingga 2019. Artinya, pemerintah memiliki waktu empat tahun di mana satu tahun melakukan kajian dan tiga tahun selebihnya melakukan penataan kepegawaian.
Pemerintah saat ini mengedepankan moratorium negatif to zero growth. Penerimaan PNS dilakukan pada tahun-tahun tertentu, saat penerimaan kembali dilakukan, jumlah yang dimasukkan untuk menjadi PNS akan terus berkurang. "Menguranginya kan ada pensiun, yang pensiun 520 ribu pada 2019, yang akan masuknya tentu tidak sebanyak itu.
Zero growth itu tingkat pertumbuhan nol paling maksimum. Jadi misal di suatu kantor yang pensiun 100 maksimal yamg ditambah paling 20. Dari angka (jumlah PNS) 4,5 juta begitu ada yang pensiun 500 ribu, yang masuk tidak akan melampaui itu," ungkap dia.
Selain meningkatkan kapabilitas, Yuddy mengakui, pengurangan PNS dilakukan agar program-program kesejahteraan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) untuk pegawai pemerintah berjalan dengan efektif. "Ini PR kita tiga tahun ke depan dan ini harus dirasionalisasi supaya ke depan program-program kesejahteraan jalan," pungkas Yuddy.

0 komentar:
Posting Komentar