Home » » Narsis Surat Pengangkatan Dapat Pemecatan

Narsis Surat Pengangkatan Dapat Pemecatan

Posted by Mata Indonesia

Surat Keputusan Badan Intelijen Negara (BIN) tentang pengangkatan pengusaha, Banyu Biru Djarot sebagai anggota Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) BIN, menyebar luas di dunia maya. Surat ini awalnya di unggah dalam akun Path, dan tersebar luas di berbagai media sosial.

Berikut keterangan lengkap surat pengangkatan Banyu Biru menjadi Intel:

Petikan Keputusan Badan Intelijen Negara
Nomor KEP-311/XII/2015
Tentang Pengangkatan Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan
Badan Intelijen Negara
Kepala Badan Intelijen Negara
Menimbang: -dst-
Mengingat: -dst-
Memperhatikan: -dst.
Memutuskan
Menetapkan:
Kesatu: Kepada yang namanya tersebut dalam lajur 2 lampiran keputusan ini diangkat sebagai dewan Informasi dan strategis Kebijakan Badan Intelijen Negara terhitung mulai  tanggal sebagaimana tersebut dalam lajur 3 dengan jabatan sebagaimana tersebut dalam lajur 4.
Kedua: Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Keputusan ini akan  diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ketiga: Petikan Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 31 Desember 2015
Kepala Badan Intelijen Negara

ttd
Sutiyoso
Lampiran
Keputusan Kepala Badan Intelijen Negara

Nomor: KEP-311/XII/2015
Tanggal: 31 Desember 2015
No. 18

Nama: Banyu Biru, B.Sc
TMT Pengangkatan: 01-01-2016 s.d
31-12-2016
Jabatan: Anggota Bidang Politik
Kepala Badan Intelijen Negara

ttd
Sutiyoso
Untuk Petikan yang Sah
Badan Intelijen Negara
Kepala Biro Kepegawaian
Suharyanto S.Sos,MM

Terbawa suasana yang membanggakan seorang Banyu Biru membuatnya mendapat masalah, akibatnya Banyu Biru menghadapi persoalan baru, yakni Membocorkan Rahasia Negara.

Pengamat intelijen, Wawan Purwanto
pun menjelaskan, "BIN itu rahasia, tidak boleh diungkap ke publik,"

Publikasi terhadap identitas anggota BIN akan membuatnya tidak bisa lagi menjalankan tugas mengumpulkan informasi untuk negara.

Selain itu, sepertinya BIN harus mengintropeksi sistem perekrutan agen-agennya, baik kemampuan teknis dilapangan maupun psikis para calon intel, kalau ada agen yang narsis seperti contoh ini, negara hanya akan mendapat sekumpulan foto selfie agen dan para informan dalam kantong mayat.

(Sumber diolah dari liputan6, vivanews)


0 komentar:

Posting Komentar

More Happy