Jakarta, CNN Indonesia --
Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) menyerukan kewaspadaan tentang virus zika. Sementara di Brasil,
peringatan tentang bahaya virus zika telah digembar-gemborkan sejak
berbulan-bulan lalu. Lebih dari 4.000 bayi di Brasil lahir dengan
mikrosefali, kondisi yang menyebabkan ukuran kepala bayi lebih kecil
dari normal dan bisa menyebabkan kerusakan otak serta gangguan
perkembangan tubuh.
Virus Zika Menyebar Cepat di Benua Amerika, namun menurut keterangan dari lembaga Eijkman Jakarta ternyata virus Zika ini sudah ada di Indonesia sejak tahun lalu 2015. Bahkan
dari hasil penelusuran Dr. Ari F. Syam Sp.Pd
Pengamat Kesehatan, Staf
Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia -
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) di kepustakaan ternyata pada tahun 1981,
peneliti Australia telah melaporkan pasien penderita virus Zika setelah
bepergian ke Indonesia.
Pada 2012, infeksi Zika kembali dilaporkan dari Indonesia. Seorang perempuan Australia berusia 52 tahun dilaporkan mengalami tidak enak badan dan ruam setelah berlibur selama sembilan hari ke Jakarta, Indonesia.
Setibanya di Australia, perempuan tersebut mengalami kelelahan, tidak enak enak badan dan sakit kepala. Empat hari setelah gejala, muncul ruam yang diikuti dengan nyeri otot . Hasil analisis laboratorium menunjukkan pasien tersebut positif terinfeksi virus Zika.
WHO mengatakan saat ini virus zika sudah tersebar luas, dengan potensi tiga sampai empat juta kasus selama satu tahun ke depan. Sekitar 1,5 juta warga Brasil terinfeksi virus zika, tapi gejalanya ringan dan bahkan tidak terlihat. Risiko serius hanya dihadapi ibu hamil.
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengharapkan masyarakat kembali menggiatkan gerakan hidup bersih menghadapi ancaman virus Zika. "Adanya virus Zika yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti mengingatkan kita untuk kembali menggalakkan gerakan hidup bersih, terutama 3M untuk memberantas nyamuk,", lanjutnya lagi menurut menurut data Kementerian Kesehatan terdapat sejumlah kasus virus Zika. Pertama kali ditemukan kasus pada 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, sedangkan keterkaitan antara virus Zika dengan microchepaly masih diteliti para ahli di Indonesia.
Bagaimana gejala virus Zika? Seperti infeksi virus pada umumnya pada awal penyakit pasien akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi. Beda dengan dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi ini mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga akan merasakan sakit kepala.
Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit.
Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu. Sekilas infeksi virus Zika hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.
Dengan istirahat dan banyak minum pasien dapat sembuh. Obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul yaitu jika gatal diberikan obat gatal dan jika demam diberikan obat demam.
Ilustrasi Nyamuk Pembawa Virus
Pada 2012, infeksi Zika kembali dilaporkan dari Indonesia. Seorang perempuan Australia berusia 52 tahun dilaporkan mengalami tidak enak badan dan ruam setelah berlibur selama sembilan hari ke Jakarta, Indonesia.
Setibanya di Australia, perempuan tersebut mengalami kelelahan, tidak enak enak badan dan sakit kepala. Empat hari setelah gejala, muncul ruam yang diikuti dengan nyeri otot . Hasil analisis laboratorium menunjukkan pasien tersebut positif terinfeksi virus Zika.
WHO mengatakan saat ini virus zika sudah tersebar luas, dengan potensi tiga sampai empat juta kasus selama satu tahun ke depan. Sekitar 1,5 juta warga Brasil terinfeksi virus zika, tapi gejalanya ringan dan bahkan tidak terlihat. Risiko serius hanya dihadapi ibu hamil.
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengharapkan masyarakat kembali menggiatkan gerakan hidup bersih menghadapi ancaman virus Zika. "Adanya virus Zika yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti mengingatkan kita untuk kembali menggalakkan gerakan hidup bersih, terutama 3M untuk memberantas nyamuk,", lanjutnya lagi menurut menurut data Kementerian Kesehatan terdapat sejumlah kasus virus Zika. Pertama kali ditemukan kasus pada 1977 dan 1978 di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, sedangkan keterkaitan antara virus Zika dengan microchepaly masih diteliti para ahli di Indonesia.
Bagaimana gejala virus Zika? Seperti infeksi virus pada umumnya pada awal penyakit pasien akan merasakan demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, serta nyeri otot dan sendi. Beda dengan dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi ini mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga akan merasakan sakit kepala.
Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit.
Masa inkubasi hampir mirip dengan infeksi virus Dengue yaitu beberapa hari sampai satu minggu. Sekilas infeksi virus Zika hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini sering kali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan.
Dengan istirahat dan banyak minum pasien dapat sembuh. Obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul yaitu jika gatal diberikan obat gatal dan jika demam diberikan obat demam.


0 komentar:
Posting Komentar