Home » » Freeport Masih Anteng Ekspor Konsentrat

Freeport Masih Anteng Ekspor Konsentrat

Posted by Mata Indonesia

Freeport Masih Anteng Ekspor Konsentrat



Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, PT Freeport Indonesia meminta nego soal uang jaminan progres pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) sebesar USD530 juta, yang menjadi syarat Freeport bisa mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat.

Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengemukakan bahwa saat ini pihaknya masih berunding dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait perpanjangan izin ekspor konsentrat tersebut. Padahal, izin ekspor konsentrat perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) tersebut telah distop terhitung sejak 28 Januari 2016.

Bermodalkan keuntungan dari Mimika, dua orang penting Freeport, Richard C Adkerson dan James R Moffett, pada 1998 berani memulai petualangan lain dengan membangun perusahaan baru, McMoran Exploration, yang bergerak pada eksplorasi minyak dan gas. McMoran Exploration mulai mencoba peruntungannya pada 2008 ketika mendapatkan peluang eksplorasi potensi minyak di Teluk Meksiko.

Kalau Freeport McMoran bisa mengepakkan sayap bisnisnya dengan bermodalkan puluhan miliar dolar AS, apa yang didapatkan Indonesia dan warga Papua dari kekayaan bahan tambang di dataran tinggi Mimika itu?

Apa keuntungan negara jika tambang tembaga yang saat ini dikelola Freeport Indonesia diambil alih pengolahannya oleh negara?

Sayangnya rakyat Indonesia sangat pesimis sekali jika Freeport sebagai tambang emas terbesar di dunia ini dikelola oleh Pemerintah NKRI sendiri, apakah memberikan dampak besar yang berbeda dengan rakyat di Papua, atau malah sebaliknya? tidak adanya perubahan kesejahteraan bagi rakyat papua dan rakyat Indonesia pada umumnya, tetapi hanya sebagai pundi-pundi baru untuk sarang koruptor?


0 komentar:

Posting Komentar

More Happy